3 min read

Pilihan Sendiri

Tentang kenapa pilihan saya sering berbeda dr arus utama dan alasan saya tetap menentukan pilihan dengan penilaian sendiri.

#life #perspective #preference #character

Saya cukup sering menyukai sosok kedua dibanding tokoh utamanya. Bkn krn ingin terlihat beda, tp biasanya ada sifat atau cara berpikir yg terasa lebih dekat dengan saya.

Pola itu muncul di tontonan, teknologi, esports, sampai keputusan sehari". Kalau pilihan saya berbeda dr kebanyakan orang, saya ga merasa harus mengubahnya hanya agar terlihat sama.

Sasuke

Naruto adalah tontonan masa kecil saya. Apakah itu memengaruhi kenapa Sasuke menjadi karakter favorit saya? Iya, mungkin cukup besar.

Kalau baru menonton Naruto di umur sekarang, belum tentu saya tetap memilih Sasuke. Waktu dan pengalaman saat pertama kali mengenal sebuah karakter ikut membentuk cara kita melihatnya.

Saya suka Sasuke krn menurut saya dia realistis. Dia punya luka, ambisi, kemarahan, dan keputusan yg ga selalu benar. Perjalanannya ga rapi, tp justru terasa manusiawi.

Sasuke jg ga bnyk bicara. Dia tenang, punya tujuan yg kuat, lalu membuktikannya lewat tindakan. Buat saya, karakter yg sedikit omongan tp tetap badass selalu punya daya tarik sendiri.

Dan pada akhirnya, Sasuke bkn karakter kedua yg hilang setelah cerita Naruto selesai. Dia tetap punya peran penting di Boruto, bahkan pengaruhnya masih terasa di Two Blue Vortex. Naruto tetap penting, Sasuke jg tetap penting. Keduanya ga harus saling menghilangkan.

Pola yg Sama

Pilihan seperti ini ga berhenti di Naruto.

Di Transformers, saya lebih suka Bumblebee dibanding Optimus Prime. Optimus adalah pemimpin besar, tp Bumblebee punya pesona yg terasa lebih dekat dan personal.

Di dunia frontend, saya lebih nyaman dengan Vue dibanding React. Bkn berarti React buruk. Cara Vue menyusun sesuatu terasa lebih cocok dengan cara saya berpikir dan bekerja.

Di esports, saya lebih memilih ONIC dibanding RRQ atau EVOS. Lagi", bkn krn tim lain ga bagus. Saya hanya menemukan sesuatu di ONIC yg lebih cocok buat saya dukung.

Naruto       → Sasuke
Transformers → Bumblebee
Frontend     → Vue
Esports      → ONIC

Bkn Ikut Arus

Tahun 2017, ketika bnyk orang lebih mengenal Samsung atau iPhone, saya memilih Infinix. Saat itu belum bnyk orang yg tau merek tersebut.

Saya ga memilihnya demi terlihat unik. Saya melihat apa yg ditawarkan, menyesuaikannya dengan kebutuhan, lalu mengambil keputusan yg menurut saya masuk akal.

Punya pendirian bkn berarti egois atau gengsi. Saya tetap bisa mendengar saran orang lain. Bedanya, saya ga ingin menerima saran itu mentah" atau mengikuti pilihan seseorang tanpa memikirkannya sendiri.

Dengar → pahami → bandingkan → putuskan sendiri

Saya jg ga selalu memilih sosok kedua. Kadang karakter utama atau pilihan paling populer memang terasa paling tepat.

Intinya, saya ga mencari pilihan yg berbeda. Saya mencari pilihan yg paling masuk akal buat saya.