Saya selalu berusaha buat jd orang baik dlm kehidupan sehari". Ga pernah ada niatan sedikit pun di kepala saya buat sengaja berbuat jahat, merugikan orang lain, atau cari masalah.
Tp makin ke sini, ada satu realitas penting yg saya pelajari: kita ga punya kendali penuh atas cara orang lain menilai kita.
Ga Pusing Soal Penilaian
Sekarang saya udah ga terlalu ambil pusing apakah saya dibilang orang baik atau orang jahat.
Fokus saya sederhana: fokus sm apa yg lg saya jalani dan memastikan arahnya tetap ke hal" positif.
Entah feedback dr orang lain bilang saya baik, biasa aja, atau bahkan dicap jahat, semuanya saya posisikan murni sbg bahan evaluasi diri:
- Kalau masuk akal dan ada salah di pihak saya: saya jadikan catatan penting buat berbenah dan ga mengulanginya lagi.
- Kalau cuma asumsi, prasangka, atau sentimen sepihak: ga perlu saya simpan dlm kepala sampai bikin beban pikiran.
Sudut Pandang yg Berbeda
Sadar atau ga, kita bisa jd orang baik atau orang jahat hanya krn perbedaan sudut pandang dan siapa orang yg menilai.
Contoh nyata: orang A bisa aja menganggap saya sosok yg sangat baik dan ramah, sementara orang B menilai saya dingin atau jutek. Padahal sikap, nada bicara, dan perlakuan saya ke dua orang itu sama persis.
Penilaian orang sering kali bkn cerminan murni siapa diri kita, melainkan pantulan dr ekspektasi, latar belakang, luka pribadi, dan kepentingan masing" orang.
Kalau kita terus memaksakan diri agar disukai atau dinilai baik oleh semua orang, kita cuma bakal terjebak dlm people pleasing yg melelahkan. Ujung"nya kita cuma dapet capek dan pelan" kehilangan jati diri kita sendiri.
Jadi Diri Sendiri
Poin paling pentingnya: jadilah diri sendiri dan terus melangkah ke arah positif.
Kita jg harus jujur bahwa sbg manusia biasa, kita ga bakal pernah luput dr salah. Ga ada manusia yg sempurna tanpa cela. Yang bisa kita lakuin bkn memaksakan diri terlihat sempurna tanpa noda, tp berusaha mencegah kesalahan dan mengurangi dampaknya saat kekeliruan itu terjadi.